Samar sendiri menggambarkan sebuah tempat yang begitu indah, seolah segala sesuatu dikelilingnya memancarkan ketenangan dan pesona. Namun, di balik keindahan itu, tersimpan kenangan yang tak seindah pemandangannya. Tempat ini menyimpan jejak masa lalu yang membawa kesedihan, meski kehangatan dan ketenangan tetap terasa. Ada kerinduan yang tidak bisa dijelaskan, dan ada kesedihan yang tak bisa dihindari. Sebuah kenyamanan yang memeluk sekaligus menusuk hati, menyisakan rasa yang sulit digambarkan.
Fairus (Vokal) menuangkan perasaan emosional pribadinya dalam lagu ini, pasalnya pada saat sebelum pengerjaan lagu ini ia sedikit menceritakan pengalaman kisah cintanya kepada para personil mengenai pengalaman pahitnya itu. Akan tetapi, para personil ingin membantu Fairus agar bisa melewati masa-masa tersebut dan kemudian para personil lainnya sepakat untuk membuat lagu “SAMAR” agar Fairus dapat menuangkan isi perasaan dan pikirannya.
Pada lagu “SAMAR” Bliss Remains memiliki banyak referensi musikalitas, akan tetapi kali ini Bliss Remains sepakat untuk mencampurkan unsur unsur synthetizer yang sangat terinspirasi dari band mancanegara yaitu Dayseeker. Meskipun mengambil inspirasi dari Dayseeker, Bliss Remains tetap mempertahankan ciri khas dengan pemilihan sound yang sudah sering digunakan dan tetap menggunakan progresi chord khas Bliss Remains agar mudah dikenal khalayak.
Setelah meriliskan single baru kembali, band yang dipersonilkan oleh Fairus (vokal), Mushab (gitar), Tegar (gitar), dan Abyan (drum) akan kembali membuat beberapa lagu dengan kolaborasi bersama musisi – musisi lokal dan influencer dari seluruh sosial media.


