Band alternatif yang terbentuk tahun 2006 asal Malang, Hyakushiki, kembali merilis single ketiga mereka yang berjudul “Semu”. Setelah merilis “Nemesism” pada Februari 2025, Hyakushiki kini memberikan konsep bermusik yang berbeda dari single - single sebelumnya, dengan menampilkan J-Pop yang lebih variatif.
“Semu” menceritakan tentang seseorang yang tiba-tiba ditinggal oleh kekasihnya tanpa kabar atau bisa dibilang dengan bahasa kekinian “Ghosting”. “Kenapa Ghosting?, karena mungkin banyak dialami oleh semua orang atau pendengar, baik di percintaan maupun di rutinitas lainnya” ucap Welly, Drummer Hyakushiki. Judul “Semu” dipilih setelah melewati beberapa pertimbangan. Awalnya, Sandhi selaku Bassist mengusulkan judul "Shadow" mengupas dari lirik lagu. Namun, agar tidak terkesan terlalu gelap, judul tersebut diperhalus dan diterjemahkan menjadi "Bayangan Semu", hingga akhirnya menjadi “Semu.”
Perubahan lain pada single “Semu” dengan single-single sebelumnya adalah lirik yang dominan bahasa Indonesia. Welly menjelaskan bahwa keputusan ini diambil untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan memastikan pesan dari lagu ini tersampaikan dengan mudah kepada pendengar di seluruh Indonesia. “Di lagu ini kami memang sengaja ingin menunjukkan ekspresi yang benar-benar real”, tambah Edo, Keyboardist Hyakushiki.
Bagi mereka yang mungkin merasa relate dengan “Semu”, Edo menyampaikan sebuah pesan “Jika lagu ini terasa menyakitkan, biarlah itu jadi ruang untuk melepas beban. Ingat, Rindu boleh-boleh saja, kecewa pun tidak masalah, yang penting tetap melangkah meski dalam hati masih tersisa satu kata tanya, mengapa?”
“Semu” menawarkan warna musik yang jauh berbeda dari single Hyakushiki sebelumnya. Dengan ditambahkan elemen string ala J-Pop, lagu ini juga memiliki struktur chord dan pemilihan nada yang lebih kompleks. Decky selaku Produser dari “Semu” menyampaikan, “ide untuk single ini bermula dari keinginan untuk menciptakan premis yang sederhana”.
Peran Decky sebagai produser sangat krusial dalam membentuk karakter musik “Semu.” Oka, Guitarist Hyakushiki mengakui, "Tidak bisa dimungkiri, Mas Decky berhasil memberikan warna yang fresh di lagu ini dengan pengetahuannya yang luas. chord dan nadanya jadi lebih ‘menyala’ dan sangat kental dengan sentuhan jazz".
Proses kreatif ini juga tidak lepas dari tantangan. Salah satunya, Yovi, Vocalist Hyakushiki mengungkapkan bahwa ia sedikit terkejut saat pertama kali mendengarkan guide lagu, karena ada lirik Bahasa Jawa. Namun, berkat brainstorming dan arahan dari Decky sebagai produser, lagu ini berhasil dikemas menjadi “Semu”.
Untuk strategi promosi, mereka akan tetap mengandalkan publikasi media sosial, kerja sama dengan media partner, komunitas, dan radio. Namun, dengan dominasi lirik berbahasa Indonesia, Hyakushiki Band juga berencana untuk menjangkau gigs di luar pop culture Jepang dan merambah ke berbagai acara musik lainnya.
Harapan terbesar Hyakushiki dengan rilisnya single “Semu” ini adalah agar karya mereka dapat diterima dan dikenal lebih luas oleh para penikmat musik di Tanah Air.
Single "Semu" sudah tersedia di semua platform streaming digital mulai 5 November 2025 di bawah naungan Pojok Nihon Music.
Link Streaming
Spotify: Semu • Hyakushiki
Youtube Music: https://music.youtube.com/watch?v=F8uJxAQPxy8&si=RNbUcK6Wrb49nDnJ
Apple Music:

