Shoegaze asal Malang MORI mengajak untuk tersesat di hutan dalam single debutnya "Remnants"

0

 


What is Mori?

Mori adalah Bahasa latin dari kata kerja Morior yang berarti mati frasa harfiah diterjemahkan sebagai “kamu harus ingat untuk mati” (mengingatkan kematian) , Mori juga bisa diartikan sebagai kain putih yang digunakan untuk membatik bisa juga sebagai kainkafan, dalam bahasa jepang Mori berarti “hutan”.

Who is Mori?

Mori unit shoegaze dari malang yang baru terbentuk di pertengahan tahun 2025 , dengan 5 personil , Yola sebagai vokalis, aldan sebagai rythm gitar, Jalu sebagai lead gitar, Arya sebagai bassis, dan Ardo sebagai drummer. Mori mengusung unsur shoegaze dengan rythm gitar yang noisy dan berat dan lead gitar yg seolah olah membawa para pendengar untuk terbang ke dunia lain serta vokal perempuan yang menambah unsur melankolis , sedih ,bingung dan cemas dalam satu waktu.

Title Remnants:

sisa sisa kenangan dan bayang bayang dari dia yang membuat malam semakin gelap , kata yang dapat menggambarkan single pertama Mori yang berjudul Remnants.

Remnants membawa para pendengar seolah olah diajak untuk tersesat di hutan yang gelap dengan perasaan yang bingung, cemas, terkadang juga hampa.

Remnants mengingatkan kita bahwa orang yang pernah hadir di hidup kita selalu membawa memori atau kenangan yang baik maupun buruk , sisa sisa kenangan tersebut seakan memperdalam suasana hati yang kita rasakan.



What is Remnants?

single pertama kami Remnants baru saja rilis pada tanggal 3 November 2025,single ini gambaran dari seorang yang masih merasakan dan terbayang sisa sisa kenangan indah maupun buruk dari seseorang yang pernah hadir , malam tak seperti biasanya malam semakin gelap ketika perasaan itu hadir, dingin semakin menyelimuti ketika perasaan itu hadir Mori mengemas dengan rasa sedih yang mendalam dan diungkapkan dengan vokal yang sedikit bisik bisik ciri khas dari shoegaze.


Sedikit informasi tentang “Remnants”

Remnants ditulis oleh Aldan Diaz Permana sang gitaris saat merenung dan berdiam diri dikamar seharian dengan suasana hati cemas dan gelisah entah kenapa dan disempurnakan saat di studio oleh semua personil.

Diproduksi di h4zestudio (@h4zestudio) oleh Marcellino Gibrany Santoso drummer dari band The Polar Bears.


Post a Comment

0Comments
Post a Comment (0)