Paruparo kembali menghadirkan warna baru lewat single terbaru berjudul “2nd Option”, single keempat yang akan rilis di semua digital streaming platform pada 5 Desember 2025. “2nd Option” adalah sebuah lagu pop–indie bernuansa mellow yang memotret kisah hopeless romantic: perasaan jenuh, ingin dimengerti, tapi tetap butuh ruang untuk bernapas. Berbeda dari rilisan-rilisan sebelumnya, “2nd Option” menjadi lagu Paruparo dengan tempo paling pelan—mengajak pendengar masuk ke suasana yang lebih personal, hangat, dan penuh refleksi.
Ditulis oleh Sindy Amani bersama Millie, “2nd Option” lahir dari momen ketika Sindy merasa lelah mengejar sesuatu yang terasa semakin jauh. Dengan kejujuran yang lugas, ia menuangkan pelarian kecilnya ke dalam lirik pembuka: “I’m ok as long as the wifi’s on, I’ll be playing Roblox all day long”. “Tiap aku lagi ngerasa hopeless dan sendirian, ya pelarianku biasanya main game seharian dan kebetulan aku lagi sering main Roblox. Rasanya mending kabur dulu daripada ketemu orang dan nambah masalah,” cerita Sindy. Namun dibalik nada santai itu, terdapat penegasan kuat lewat hook “2nd option, no!”— gambaran umum kisah hopeless romantic yang sesekali butuh menjauh, tetapi tetap ingin dianggap penting, bukan pilihan kedua.
Lagu ini dikerjakan oleh Millie, Tera, Migo dan Sindy dengan proses kreatif yang terbilang cepat. Draft awal ditulis dalam satu hari, kemudian dipoles kembali untuk menyempurnakan pronunciation dan penyesuaian lirik berbahasa Inggris. Dari segi musik, “2nd Option” menghadirkan perpaduan pop, indie pop, alt pop, dan sentuhan alt rock yang lembut. Atmosfernya terasa cocok untuk pendengar yang sedang healing, menikmati hujan, atau sekadar membutuhkan lagu mellow yang menemani malam tenang.
Paruparo juga menyiapkan video lirik sebagai pendamping perilisan ini dan akan membagikan jadwal resminya melalui media sosial mereka. Lewat “2nd Option”, Paruparo menunjukkan kedewasaan dalam bermusik sekaligus sisi lain yang lebih jujur dan rapuh, mewakili kisah banyak orang yang pernah merasa ingin menyerah, tetapi diam-diam tetap berharap untuk diperlakukan sebagai prioritas.


