Barp pamer gestur artistik dengan single ‘Nasty Blister’

0

 


Dalam relasi sehari-hari, akan ada momen ketika ruang yang seharusnya aman justru disabotase oleh sosok yang merusak, mereka yang datang dengan keyakinan tebal, merasa tahu segalanya, dan mulai menggoyahkan kenyamanan yang sudah terbangun. Dari kegelisahan itu, unit alternative rock asal Tangerang Selatan, barp, menangkap dinamika sosial yang kerap dirasakan: bagaimana hubungan yang seharusnya sederhana bisa berubah menjadi kusut tak beraturan. Narasi tersebut menjadi landasan single perdana barp bertajuk ‘Nasty Blister’, yang menampilkan bukan hanya sekadar cerita, melainkan potret kecil dari realita yang dibungkus secara artistik dan tidak berformula.

Single ‘Nasty Blister’ menjadi debut resmi barp di katalog musik mereka. Single ini dirilis pada 12 Desember 2025 dan menjadi langkah awal barp dalam memperkenalkan identitas artistik dan energi unik yang mereka bawa. Sebagai gerbang depan diskografi mereka, ‘Nasty Blister’ membawa pernyataan yang cukup tegas: nyeleneh, absurd, dan menjalar lewat keanehan yang terkurasi.

Nasty Blister’ mengulik hadirnya sosok yang masuk ke sebuah ruang, apa pun bentuk entitasnya, lalu perlahan menggeser keseimbangan dengan gestur dagu naik yang mengganggu. Single ini menyorot bagaimana seseorang yang merasa tahu segalanya dapat memecah suasana yang semula seru dan fun menjadi tempat dengan intensitas penuh yang sebenarnya tidak perlu. barp menggambarkan perubahan itu sebagai gejala yang awalnya samar lalu makin terasa ketika satu suara mulai mengambil alih. ‘Nasty Blister’ menangkap luka kecil yang muncul dari kehadiran semacam itu, lalu barp mengemasnya dengan musik yang menyimpang dan berenergi zig-zag.

Dengan terinspirasi dari band-band seperti Starlight Mints, Iggy Pop, Built to Spill, dan Enon, barp membentuk lanskap bunyi yang bergerak liat namun terkontrol. Musik mereka memadukan melodi miring, ritme yang berubah arah, dan detail-detail kecil yang tak terduga. Single ‘Nasty Blister’ dari barp seakan menjadi perwujudan energi tersebut, sebuah alunan alternative rock yang terasa ganjil dan jenaka.


Pada artwork ‘Nasty Blister’, barp menghadirkan Barpman, karakter ciptaan mereka, yang sengaja digambarkan melakukan aksi tidak senonoh sebagai pemantik suasana yang tak acuh dan tak terduga. Single ‘Nasty Blister’ berhasil direkam di Barp Studip yang diproduseri oleh Bhagas Anuraga sendiri, juga dibantu oleh Yaka Patra.


Post a Comment

0Comments
Post a Comment (0)