Penyanyi dan penulis lagu Tarasinta kembali mempersembahkan karya terbarunya berjudul “Melayang”, yang dibalut dalam nuansa Pop Folk yang lembut namun penuh kekuatan emosional. Lagu ini menghadirkan kisah pemulihan dari hati yang rapuh melalui kehadiran sosok yang tulus dan penuh kasih, seseorang yang menjadi sandaran tanpa menghakimi, hadir untuk menemani.
Terinspirasi dari pengalaman pribadi, “Melayang” lahir dari proses refleksi Tarasinta tentang perjalanan memulihkan diri setelah terluka. Ia menggambarkan hati yang ibarat kaca yang jatuh dan pecah berkeping-keping, namun perlahan dirajut kembali oleh kehangatan seseorang yang hadir tanpa pamrih. “Dari rapuh dalam gelap, ada rasa hangat yang tumbuh perlahan, dari luka yang dalam, lahir harapan,” ungkap Tarasinta tentang makna yang terkandung di lagu ini.
Dalam proses kreatifnya, lagu ini berawal dari petikan gitar sederhana di bilik kamar Tarasinta, dengan alunan melankolis bernuansa pop folk. Dalam menulis lagu ini, Tarasinta ingin menitikberatkan arti kehadiran Support System yang hadir dalam bentuk dukungan yang tulus. Ia menekankan betapa pentingnya kehadiran seseorang yang mampu menguatkan di saat kita terpuruk, dan kadang kehadiran ini tidak kita sadari sampai akhirnya hilang.
Tarasinta berkolaborasi dengan Lafa Pratomo sebagai Produser sekaligus Arranger, Uga Swastadi sebagai Mixing Engineer, dan Rhesa Aditya sebagai Mastering Engineer. Dukungan musikal juga diisi oleh Otta Tarega pada piano dan Maria A pada flute. Kolaborasi ini menghasilkan harmoni sinematik yang memikat, paduan flute, piano, dan gitar yang saling bersahutan, melukiskan perjalanan emosi yang bertransisi dari duka menuju penerimaan dan pemulihan, hingga akhirnya membuka ruang bagi cinta yang baru.
“Melayang adalah tentang proses healing yang manis, tentang seseorang yang membuat kita merasa lebih ringan, dengan kehadiran yang tulus untuk menemani,” tutur Tarasinta. Ia berharap pendengar yang sedang merasa sendiri atau rapuh dapat menemukan kekuatan melalui lagu ini, bahwa kita tak benar-benar sendiri karena selalu ada sosok yang peduli, sekecil apa pun perannya.
Dengan suasana romantis dan cinematic yang khas, “Melayang” memperkuat identitas musikal Tarasinta sebagai penyanyi-penulis lagu dengan karakter lembut, jujur, dan reflektif. Lagu ini juga menandai kelanjutan dari eksplorasi Tarasinta dalam menulis kisah-kisah yang dekat dengan perasaan manusia, setelah sebelumnya merilis “Cherish” (2021), “Suffocate” (2023), “EP Wanderer - Live Session” (2025) yang merangkum trilogi single sebelumnya “Wandering” (2023), “Summer in France” (2024), dan “Books of Life” (2024), serta rilisan terakhir berjudul “Nuansa Biru” (2025). Lagu “Melayang” sudah dapat didengarkan mulai 14 November di seluruh layanan musik digital.


