Dipaaa Rekam Kepasrahan yang Berlanjut Lewat “ENGGAP NAFASKU”

0




Pada 23 Januari, Dipaaa merilis single terbarunya—sebuah lagu yang merekam fase pasrah dalam cinta, ketika seseorang tetap bertahan meski sadar rasa itu perlahan menyakitkan. 

Lagu ini bercerita tentang keterikatan yang tumbuh dari kedekatan, berubah menjadi candu, lalu berujung pada penerimaan. Bukan tentang melawan atau pergi, melainkan tentang tetap tinggal—meski tahu diri bisa remuk. Lirik-liriknya ditulis dengan bahasa sederhana dan intim, menghadirkan kejujuran yang sunyi tanpa berusaha menghakimi perasaan itu sendiri. 

Secara musikal, lagu ini dibangun dengan nuansa dreamy, lambat, dan melankolis. Terinspirasi dari atmosfer musik seperti Cigarettes After Sex, aransemen minimal dan vokal yang dibawakan pelan membuat lagu ini terasa seperti bisikan—dekat, personal, dan menghantui. 

Lagu ini menggambarkan perjalanan emosi dari kedekatan fisik menuju keterikatan emosional. Apa yang awalnya terasa nyata, perlahan berubah menjadi cinta yang menyesakkan, namun tetap dipilih. 


Potongan Lirik 

“Di mana kamu aku di situ 

kau bius diriku, sekarang aku menjadi halu” 

“katakan cintamu 

walau bohong pun aku mau 

biar remuk aku 

asal malam ini kau di situ”

Melalui lagu ini, Dipa ingin menyampaikan bahwa tidak semua cinta harus dimenangkan. Ada cinta yang cukup dirasakan—meski sakit, meski sementara. 

Single ini resmi dirilis pada 23 Januari dan dapat didengarkan di seluruh platform musik digital. 

Credits 

Performed by: Dipaaa 

Written by: Dipa Reynardi Putra 

Produced by: Dipa Reynardi Putra 

Mixed & Mastered by: Dipa Reynardi Putra 

Recorded at: @kamardiparecords 

Song Distribution: SoundOn 

Tentang Dipaaa 

Setelah merilis lima lagu penutup sepanjang 2025, Dipaaa membuka tahun 2026 dengan karya baru yang masih bergerak dalam semesta malam yang sunyi. Jika “MALAM PANJANG” berbicara tentang kehangatan dan keterikatan, lagu terbarunya ini hadir sebagai kelanjutannya — dengan rasa yang lebih gelap, lebih dalam, dan lebih sakit. 

Masih dibangun dengan pendekatan yang intim dan atmosferik, karya ini menyoroti sisi cinta yang tak lagi menenangkan, melainkan menggerogoti perlahan. Sebuah potret tentang bertahan terlalu lama, tentang perasaan yang dibiarkan tumbuh meski tahu akhirnya akan melukai. Lagu ini menjadi bab baru dalam perjalanan musik Dipaaa: lebih jujur, lebih rapuh, dan semakin personal. 

Instagram: @kamardiparecords | @dipareynardi____


Post a Comment

0Comments
Post a Comment (0)