Gloomy resmi merilis album terbaru mereka, sebuah karya yang merangkum perasaan termenung, kehilangan arah, dan proses memahami pertemuan serta perpisahan dalam hidup yang terus bergerak.
Album ini menjadi ruang refleksi personal, tentang malam yang panjang, pikiran yang berisik, dan hubungan yang tidak selalu berakhir dengan kepastian. Dengan pendekatan midwest emo yang murung dan sentuhan pop punk yang lebih dewasa, Gloomy menghadirkan musik yang sederhana namun emosional, jujur tanpa berusaha terdengar megah.
• Termenung, lagu pembuka yang menggambarkan kondisi diam, kosong, dan tenggelam dalam pikiran sendiri.
• or I’m Alone adalah refleksi tentang kesendirian yang tidak selalu terlihat, meski dikelilingi banyak orang.
• Kau Berlari potret hubungan yang menjauh, ketika satu pihak memilih pergi tanpa benar-benar berpamitan.
• Makna Temu, lagu tentang arti pertemuan, singkat namun meninggalkan bekas yang panjang.
• Waktu Berlalu, menjadi penutup album yang berbicara tentang penerimaan, bahwa waktu tetap berjalan meski perasaan belum selesai.
Secara produksi, album ini dikerjakan dengan pendekatan yang minim polesan, mempertahankan nuansa raw agar emosi tetap terasa dekat. Gloomy memilih aransemen yang tidak berlebihan, memberi ruang bagi lirik dan suasana untuk berbicara lebih dulu.
“Album ini adalah catatan kecil tentang hal-hal yang tidak selalu bisa kita ucapkan,” ungkap Gloomy.
Visual album pun selaras dengan musiknya, monokrom, sunyi, dan terasa sangat sehari-hari. Sebuah potret kehidupan ketika lampu menyala, tetapi tidak semua terasa baik-baik saja.
EP yang berisi 5 track ini didistribusikan melalui Res Publica Music dan dikelola hak ciptanya oleh 9IANT Music & Publishing. EP Termenung kini telah tersedia di platform streaming digital.

