Setelah merilis lagu Hati di bulan Oktober lalu, Rivo Alfahrezy kembali dengan karya terbarunya berjudul Where Do I Belong?. Lagu ini menjadi kelanjutan dari perjalanan emosional Rivo dalam memahami diri dan makna kehadiran di dunia yang terus berubah.
Diproduseri oleh Rafael Yefta, Where Do I Belong? berbalut pop yang lembut dan emosional, serta menampilkan kolaborasi istimewa bersama Gloria Jessica. Lagu ini mengeksplorasi pencarian “rumah” yang bukan hanya sebatas tempat atau sosok, tetapi juga sebuah perasaan untuk benar-benar pulang dan diterima.
Lagu ini menghadirkan metafora universal tentang bagaimana setiap orang, pada akhirnya, mencari tempat untuk merasa aman, dimengerti, dan memiliki arti. Where Do I Belong? ingin menjadi refleksi sekaligus pengingat bahwa pencarian tersebut adalah perjalanan yang dialami semua orang. Saat proses rekaman, Rivo dan Gloria menemukan lapisan makna lain dari lagu ini. Mereka melihatnya dari sudut pandang hewan-hewan yang ditelantarkan, yang hidup di jalanan dan terus mencari tempat untuk pulang. Dari perspektif inilah lahir makna terdalam Where Do I Belong?, sebuah kerinduan untuk menemukan ruang di mana seseorang, atau bahkan makhluk kecil sekalipun, bisa diterima sepenuhnya.
Sebagai bagian dari perilisan ini, Rivo menghadirkan kampanye digital #WhereIBelong bersama empat muse, yaitu @Mbuspotato, @_babypandy_, @kintut, dan @jinggaarshabidari. Kampanye ini menyoroti hubungan antara manusia dan hewan bahwa mereka bukan sekadar peliharaan, melainkan teman dan keluarga yang menghadirkan rasa pulang.
Salah satu muse dalam kampanye ini, @Mbuspotato, dengan Yua. Yua merupakan kucing yang pernah ditelantarkan dan mengalami kecelakaan hingga akhirnya diselamatkan oleh Febriana Saputri. Kini Mbus hidup sehat, aman, dan penuh kasih. Ceritanya menjadi representasi nyata dari makna #WhereIBelong, sebuah pengingat bahwa “tempat untuk pulang” bisa hadir melalui kepedulian dan koneksi antar makhluk hidup.
“Lagu ini bukan hanya tentang mencari tempat untuk pulang, tapi juga tentang menemukan arti rumah dalam hubungan dan koneksi yang tulus baik antara manusia, hewan, maupun makhluk hidup lain di sekitar kita,” pungkas Rivo.
“Buatku, lagu ini seperti sahabat setia yang selalu ada. Kadang kita terlalu tenggelam dalam keterpurukan, padahal ada yang juga merasa terasing tapi tetap menunggu untuk disambut. Pada akhirnya, kita saling mengisi kekosongan dengan ketulusan,” tambah Gloria.
Melalui lagu dan kampanye ini, Rivo berharap pendengarnya dapat menemukan secuil rasa “rumah” —baik di dalam diri sendiri, maupun di dunia di sekitar mereka. Where Do I Belong? sudah dapat didengarkan di seluruh platform musik digital mulai 22 Januari 2026.


