Tyagasvara (Danny Eriawan) Rilis mini album baru berjudul 'svarna'

0

 


                                Tyagasvara adalah nama panggung Danny Eriawan sebagai solois bass.

EP 'Svarna' adalah wujud mensyukuri perjalanan musikal Danny Eriawan selama 30 tahun.



Danny Eriawan atau juga dikenal Tyagasvara merilis extended play (EP) atau mini album baru di penghujung tahun 2025. Mini album dengan konsep utama instrumen bass sebagai temanya ini diberi judul 'Svarna'.


Diceritakan Danny Eriawan, mini album 'Svarna' ini direalisasikan untuk menandai 30 tahun dirinya menjalani keputusan menjalani musik sebagai jalan hidup dan mata pencaharian. 'Svarna' menjadi statement yang tegas untuk memantapkan keberadaan identitas Danny Eriawan menjadi Tyagasvara sebagai kendaraan/entitas dalam bermusik, baik sebagai player, komposer, arranger, produser, maupun music director.


"Munculnya mini album  ‘Svarna’ ini sebetulnya sebagai bentuk syukur kelahiran entitas Tyagasvara di kala pandemi dan ternyata membawa energi baik dan berkembang selama lima tahun terakhir," ujar Danny Eriawan mengawali.


EP 'Svarna' berisikan lima lagu instrumental dengan racikan aransemen berbeda-beda. Lima lagu ini sudah diciptakan Danny Eriawan sejak era pandemi dan memang sudah dirancang untuk dipresentasikan oleh Tyagasvara.


Lima lagu yang ada di dalam 'Svarna' adalah 'The Lady and The Sunshine', 'Dawn', 'The Day After', 'Move Me Groove Me', dan 'Gasteros!'. Kelima lagu ini melibatkan para musisi, partner, sekaligus sahabat Danny Eriawan selama lima tahunan bermusik.






"Proses pembuatan mini album 'Svarna' dikerjakan sekitar lima bulan. Dalam proses ini aku menemukan pengalaman metode rekam baru, mindset merekam baru, memakai hardware analog untuk lebih memaksimalkan semua gambar dan sound design yang sudah terbayang di dalam kepala," kata Danny Eriawan memaparkan.


Teknis perekaman EP 'Svarna' dilakukan di tiga tempat sekaligus, yakni di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK), KebonTomo Studio, dan di Kamar Suara Studio. Mini album 'Svarna' ini juga dibantu dua orang sebagai co-music producer, yaitu Tomo Widayat pada lagu 'Gasteros!' dan Wiwit Yulian untuk empat lagu lainnya.


"Untuk proses akhir mixing dan mastering, dikerjakan seluruhnya oleh Wiwit Yulian di kediamannya, Kamar Suara Studio," jelas Danny Eriawan.


Bagi Danny Eriawan, mini album 'Svarna' dari Tyagasvara ini juga jadi bukti bahwa kolaborasi kesenian, khususnya musik, bisa selalu berjalan menyenangkan. Tyagasvara menjadi semakin kaya dan berenergi ketika 'Svarna' melibatkan para kolaborator yang berdedikasi sekaligus berkarakter di instrumennya masing-masing.


Pada lagu 'The Lady and The Sunshine' mengajak Aang The Rain untuk mengisi drum. Pada lagu 'The Day After' ada Ruang String Quartet (string), Giovanni Goria (gitar akustik), AndiSan (perkusi).


Untuk lagu 'Move Me Groove Me' ada Jexx Monrever mengisi drum. Lalu pada lagu 'Gasteros!' dibantu oleh Agib Tanjung (bass) dan Bagoes Kresnawan (drum). Agib Tanjung dan Bagoes Kresnawan merupakan bassis dan drummer dari Smarai.


"Kalau ditanya kenapa aku memilih para kolaborator itu untuk mengisi 'Svarna', karena aku ingin membawa dan mengenalkan 'Svarna' ke ruang dengar seluas-luasnya, baik lewat medium apapun dan menjadikannya sarana untuk memperluas pertemanan dan network," papar Danny Eriawan.




"Dan juga masing-masing kolaborator yang aku ajak mempunyai personal yang unik dan punya karakter yang kuat," ujarnya.


Usai EP 'Svarna' ini, Danny Eriawan akan terus membawa Tyagasvara tetap terus belajar, berproses, untuk melahirkan karya-karya baru. "Kalau pada dua album terakhir formatnya adalah instrumental, ke depan Tyagasvara ingin mencoba berproses dengan lagu-lagu berlirik, menambah elemen vokal," imbuh Danny Eriawan.


EP 'Svarna' akan dirilis secara digital pada Senin 1 Desember 2025. Kelima lagu di dalamnya bisa dinikmati di gerai-gerai musik digital seperti Apple Music, Spotify, YouTube Music, dll. Untuk artwork EP 'Svarna' digarap oleh Christian Dwi Nugroho.


*


Sekadar diketahui, Danny Eriawan adalah pemain bass profesional asal Yogyakarta. Ia memulai karier musiknya era sejak tahun 1995 sampai awal tahun 2006 sebagai musisi cafe, bermain bass untuk grup-grup band Top 40 seperti Candles, Geronimo, Alldint, Exotic, dan lain lain.


Pada tahun 2005, Danny Eriawan juga sempat berproses di Jakarta menjadi bass session player untuk The G, Soulmate, Dewi Sandra, Katon Bagaskara, dan musisi ibu kota lainnya. Namun akhirnya pada tahun 2006 ia memutuskan untuk pulang ke Yogyakarta, bermain bass untuk Kua Etnika dan Orkes Sinten Remen hingga sekarang. Selain kedua grup itu, Danny Eriawan juga banyak membantu banyak solois dan grup band dengan menjadi additional bass player di panggung sampai studio rekaman.


Pada tahun 2015, Danny Eriawan merilis karya pertamanya berupa full album instrumental berjudul 'Reminiscence' yang berjumlah 10 lagu. Album ini tentu saja didominasi oleh bass sebagai tema lagunya.




Album 'Reminiscence' kala itu jadi penanda Danny Eriawan yang sudah berkarya selama 10 tahun sejak 1995 menjadi seorang bassis profesional. Lalu pada akhirnya tahun 2021, Danny Eriawan memperkenalkan identitas barunya bernama Tyagasvara dan sudah mengeluarkan tiga single.



Diskografi:

- 2015: Reminiscence (Album) | Danny Eriawan

- 2021: Anakumahija (Single) | Tyagasvara, Asriuni Pradipta

- 2022: Potong Padi (Single) | Tyagasvara, Jaeko Siena

- 2023: Let Me Feel (Single) | Tyagasvara, Aamaga, Akadama

- 2025: Svarna (EP) | Tyagasvara


Post a Comment

0Comments
Post a Comment (0)