Denpasar, Bali — “1990”, sebuah album yang lahir dari memori, penerimaan, dan pergulatan batin yang dibingkai dalam nuansa electronic pop yang intim, sederhana, dan emosional. Album ini menjadi ruang pengakuan personal Monolog tentang cinta, kepercayaan, dan keberanian untuk tetap merasa di tengah kebisingan dunia.
Setelah sebelumnya merilis dua single, “Love Is in the Air” dan “Monster”, Monolog kini memperkenalkan “Unconditionally” sebagai single lanjutan dari album 1990. Lagu ini terasa lebih sunyi, lebih pelan, namun justru paling jujur. Jika dua single sebelumnya berbicara tentang euforia dan sisi gelap dalam diri, “Unconditionally” hadir sebagai titik penerimaan.
“Unconditionally” adalah lagu tentang memilih untuk percaya, bahkan ketika semua suara dari luar berkata sebaliknya. Liriknya berulang seperti mantra—“I don’t care, I won’t listen what they say about you” sebuah penolakan halus terhadap penilaian dan prasangka. Lagu ini bercerita tentang sebuah hubungan di mana seseorang telah melihat sisi terburuk pasangannya, namun tetap memilih untuk percaya dan bertahan.
Secara musikal, “Unconditionally” diramu dengan pendekatan electronic pop : beat yang tenang, lapisan synth yang tipis, dan ruang instrumental yang dibiarkan bernapas. Kesederhanaan ini justru menjadi kekuatannya, memberi ruang bagi emosi untuk tumbuh perlahan dan menetap.
Album 1990 sendiri bukan tentang nostalgia semata, melainkan tentang fase kehidupan tentang titik-titik awal yang membentuk siapa kita hari ini. Angka 1990 menjadi simbol perjalanan, ingatan, dan perasaan yang terus hidup, bahkan ketika waktu terus bergerak maju.
Melalui album ini, Monolog kembali menegaskan jalurnya sebagai musisi independen yang memilih kejujuran sebagai fondasi karya. “Unconditionally” menjadi refleksi paling hening dari album 1990 tentang cinta yang tidak berisik, namun bertahan.
Album “1990” dan single “Unconditionally” kini telah tersedia di seluruh platform musik digital.
Terinspirasi dari berbagai referensi band seperti The 1975, LANY sampai Coldplay, Monolog menggabungkan elemen synthesizer, piano, drum elektronik, dan gitar untuk menciptakan warna musik yang modern namun tetap intim.
Monolog baru saja merilis album bertajuk 1990, sebuah karya yang merefleksikan nostalgia, emosi personal, dan perjalanan musikal mereka dalam balutan electronic pop yang hangat dan melankolis.
Melalui album 1990, Monolog berharap dapat memberi warna baru di kancah musik Indonesia serta menjadi ruang resonansi bagi pendengar yang tumbuh bersama kenangan, perasaan, dan suara-suara elektronik yang jujur.
Spotify : https://open.spotify.com/artist/493kEK13NzAyn6U1OV72iB?si=Z992ybSsQiqh6BCfhCp0iA
Youtube : https://youtube.com/@monologmusic2581?si=imWXN7ZkfUa5G1q1
Instagram : https://www.instagram.com/monologmusic_

