24 DEGREES TUNJUKKAN KESERIUSAN BERKARYA RILIS EP 'PERJALANAN' BERISI LIMA LAGU DENGAN ENERGI MAXIMUM MODERN ROCK

0



 

Mini album ini juga sebagai realisasi dan 'janji' 24 Degrees

sejak mereka merilis single perdana berjudul 'Sesal'



Usai merilis single perkenalan berjudul 'Sesal' pada September 2025, unit modern rock baru dari Yogyakarta ini semakin membuktikan keseriusannya dalam berkarya. 24 Degrees juga menepati janjinya, mereka merilis mini album/extended play (EP) perdana mereka berjudul 'Perjalanan'.


EP 'Perjalanan' yang berisi lima lagu ini diklaim para personel 24 Degrees sebagai salah satu hasil perjalanan spiritual mereka. Ada tentang persahabatan, percintaan, proses personal pencarian jati diri, dan fase bangkit untuk mencari sesuatu yang lebih baik lagi.


"Mini album ini menurutku jadi hasil tentang perubahan diri, pengalaman, pilihan, konsekuensi, dan pembelajaran hidup yang nyata," ujar Yopi HB.


Secara keseluruhan, penulisan lirik lima lagu yang ada sengaja menyelipkan kisah-kisah percintaan anak muda dengan bumbu manis dan getir bercampur menjadi satu. Semuanya mereka jadikan pengingat bahwa cinta sejatinya adalah alasan utama untuk terus melangkah.


"Karya-karya terbaru dari 24 Degrees ini juga merangkum proses perjalanan tiap personel. Dari kisah bahagia sampai sedih terekam lewat lima karya lagu yang ada. Ya soal percintaan, ya soal persahabatan," kata Bekti Gunawan.


"Mini album 'Perjalanan' ini menurutku justru tentang fase kembalinya kami mencari kebahagiaan setelah beberapa kali mengalami keterpurukan. Lima lagu yang ada jadi rangkuman doa dan harapan 24 Degrees," tambah Aline Sagata.


ALASAN 24 DEGREES MEMILIH 'TERHENTI' SEBAGAI LAGU ANDALAN KEDUA


Sejak awal kemunculannya dengan single 'Sesal', 24 Degrees sudah menunjukkan kematangan musikalitas dengan sound design yang futuristik. Distorsi gitar lebar, hentakan drum yang energik, raungan bass menggelegar, serta suara vokal yang tegas.


Lewat EP 'Perjalanan' ini, 24 Degrees mencoba membuktikan kualitasnya dalam bermusik lewat single andalan kedua mereka berjudul 'Terhenti'. Lagu yang digubah oleh Bekti Gunawan bersama Handi Rafif ini sengaja diletakkan pada urutan pertama mini album mereka. Track kedua ada 'Sesal', ketiga ada 'Terdiam', keempat 'Hanya Untukmu', dan terakhir ada 'Kembalikan'.


Lagu 'Terhenti' menceritakan tentang kisah lama hubungan dekat antara dua manusia, bisa soal persahabatan ataupun percintaan. Hubungan mereka terpaksa berhenti karena pada suatu momentum keduanya sudah berada pada titik akhir, tidak sejalan lagi karena berbeda pandangan, lalu memutuskan untuk berpisah dan berjalan sendiri-sendiri.


"Kami memilih 'Terhenti' untuk menjadi single andalan kedua karena kami merasa tema lagu ini selalu akan relate dengan keseharian kita semua, terutama yang kerap dirasakan oleh anak muda," papar Aline Sagata.


"Pesan utamanya, kami menceritakan tentang pentingnya merayakan sebuah pertemuan, dengan kerabat, sahabat, teman, keluarga atau orang terkasih. Tak ada yang perlu disesali ketika semuanya harus terhenti," tambah Yopi HB.


EP JADI STATEMENT KUAT 24 DEGREES DALAM BERKARYA

Proses pembuatan karya 24 Degrees sejak awal tidak luput dari sumbangsih salah satu produser musik berbahaya, yakni Sasi Kirono (Smarai) dibantu Abraham Mico (Pleasure Seekers) yang bernaung di Satrio Piningit Studio.


Sejak awal terbentuk pun 24 Degrees sudah mempunyai misi tak hanya membuat satu karya saja. Mereka sepakat bahwa statement sebuah musisi seharusnya dibuktikan dengan karya utuh berupa album.


"Munculnya 24 Degrees ini tak bisa dipungkiri karena dasar persahabatan musikal kami semuanya. Setelah kami hiatus nge-band selama belasan tahun, rasanya sayang dan nanggung ketika kami cuma menuangkan energi tidak secara maksimal," kata Bekti Gunawan.


"Meski kami semua punya kesibukan pekerjaan masing-masing, itu tak menyurutkan semangat kami. Justru sejak awal terbentuknya band ini, kami sudah merancang ini harus menjadi band yang produktif secara karya," timpal Aline Sagata.


EP 'Perjalanan' ini juga diklaim 24 Degrees sebagai gebrakan baru grup band bergenre modern rock di Indonesia, terutama dari kota asal mereka sendiri di Yogyakarta. Bahkan pada akhir tahun, mereka sudah berencana akan mengeluarkan materi lainnya dengan format full album.


"Karena bagaimana pun, album adalah monumennya musisi. Kami percaya itu. Entah mini atau full, kredibilitas musisi bisa dipertanggungjawabkan dari situ. Album adalah statement keseriusan berkarya," tegas Bekti Gunawan.


EP 'Perjalanan' sudah mengudara di gerai-gerai musik digital seperti Apple Music, Spotify, YouTube Music, dll, sejak Jumat 16 Januari 2026. Proses akhir mixing-mastering kelima lagu dikerjakan oleh Sasi Kirono dan artwork album digarap oleh Hamid Ariwinata.

"Untuk video lirik dan video klip sudah kami siapkan sejak awal dan nantinya akan segera bisa dinikmati melalui kanal YouTube 24degrees Band," pungkas Bekti Gunawan.


*


Sekadar diketahui, 24 Degrees merupakan unit modern rock baru dari Yogyakarta yang terbentuk secara spontan dan natural pada Agustus 2025. Momentum itu terjadi ketika Bekti Gunawan (gitar), Sunnah Pamungkas (bass), dan Aline Sagata (drum) kebetulan berjumpa lalu menghasilkan kesepakatan untuk berkarya bersama lagi. Terakhir, Bekti Gunawan dan Aline Sagata nge-band bareng sekitar 10 tahun lalu.


Dari obrolan ketiga sahabat itu, mereka menemukan Yopi HB dan langsung menunjuknya sebagai vokalis. Akhirnya, kala itu 24 Degrees mantap berjalan dengan empat personel dan sepakat untuk berkarya bareng. Mereka merasakan kecocokan visi karena sejak dulu sama-sama menggandrungi musik rock, emo, dan selingkarnya.


Sebagai karya perkenalan, 24 Degrees mengeluarkan lagu/single perdana berjudul 'Sesal' pada September 2025. Dari lagu tersebut, 24 Degrees cukup menjadi pusat perhatian di kalangan musisi-musisi Jogja. Terbukti, mereka cukup produktif secara aktivasi online maupun offline dan hasilnya langsung banyak mendapat undangan manggung sampai ke luar kota, meski masih bermodalkan satu single saja.


Akhir tahun 2026, 24 Degrees sudah merencanakan merilis full album dengan berbagai macam konsep menarik. Salah satunya mereka akan mengajak kolaborator musisi/seniman lintas genre pada karya mereka selanjutnya. Mereka juga akan menggelar mini tur untuk promo EP ‘Perjalanan’ di beberapa kota terpilih, area Pulau Jawa. Rock is not dead!

Post a Comment

0Comments
Post a Comment (0)