Dari Pontianak, Tightshut Lahirkan "Rot Beneath the Skin" sebagai Manifestasi Luka yang Terpendam

0

 



Tightshut berasal dari Pontianak, Kalimantan Barat yang beranggotakan Frans (vokal), Danu (gitar), Novan (gitar), Rizqi (bass), dan Felix (drum). Diinisasi pada awal Februari 2025 oleh Frans, Felix, dan Novan—disusul oleh Danu pada awal Maret 2025 dan Rizqi pada pertengahan Juni 2025 dan kami sepakat untuk mengusung genre metallic hardcore.

Awal mula pengerjaan “Rot Beneath the Skin yang berisi 2 tracks dengan masing-masing judul yaitu: “Curse of Illusions” dan “Betrayed” berakar dari keresahan kami yang selalu membawakan karya-karya band lain ketika gigs. Walaupun baru 5 gigs yang pernah kami jejali, namun kami memiliki keinginan yang besar untuk membawakan dan memperkenalkan karya yang kami kerjakan sendiri—di satu sisi kami juga ingin menunjukkan bahwa kami memiliki keseriusan dalam scene musik underground, terutama sebagai penggiat musik itu sendiri.

Secara garis besar “Rot Beneath the Skin” adalah manifestasi dari gejolak dan perasaan yang selama ini dibiarkan “terpendam” dan “membusuk”. Judul ini juga merupakan sebuah upaya pengekspresian untuk menerima dengan jujur terhadap apa yang terjadi: perasaan terseret dan tenggelam dalam ilusi sendiri serta pengkhianatan yang sebenarnya berakar dari kenaifan sebab menaruh harapan yang terlalu besar selain kepada diri sendiri.

Curse of Illusions” bercerita mengenai seseorang yang seringkali tenggelam dalam pikiran dan ilusinya sendiri, sehingga kerap kali ia merasa kesulitan untuk menikmati apa yang secara nyata terpampang jelas di depan matanya. Perasaan “terkutuk” oleh ilusi menggambarkan bahwa seringkali secara tidak sadar ia kehilangan kontrol atas pikiran dan perasaannya sendiri. Namun lambat laun, ia harus belajar untuk melihat dunia, merasakan rasa sakit, menerima kenyataan dan menumbuhkan “keikhlasan” bahwasanya ia tidak bisa terus-terusan terbelenggu oleh pikirannya sendiri dan belajar untuk “mengubur dirinya yang lama”.

Betrayed” mencoba untuk mengambil sudut pandang dari seseorang yang pernah mengalami pengkhianatan dalam hidupnya. Lirik-lirik yang tertuang dalam lagu ini merupakan sebuah usaha untuk menerima dengan jujur dan lapang dada bahwasanya selama ini ia terlalu bodoh dan “buta” untuk menilai kehadiran orang-orang disekitarnya. Ia menyadari bahwa setiap orang memiliki maksud dan niat tertentu yang dikemudian hari terungkap. Ketika hari itu tiba, ia merasa hidupnya “dikacaukan”. Sedikit banyak lirik-lirik yang tertuang pada lagu ini juga menjelaskan mengenai harapan-harapan yang ia gantungkan terhadap orang-orang yang datang di hidupnya. Pada akhirnya ia harus menyadari bahwasanya beberapa pengkhianatan yang terjadi tidaklah melumpuhkannya sama sekali. Ia hanya perlu menerima fakta bahwa hal-hal seperti itu harus ia rasakan dan tidak boleh menjadi penghalang untuk ia tetap menjalani kehidupan.


Lirik-lirik yang tertuang dalam “Rot Beneath the Skin” barangkali terkesan “cengeng” dan “lemah”. Namun itulah yang kami coba bawakan—lirik yang cengeng tidak harus selalu berjalan beriringan dengan melodi-melodi yang mellow dan galau melainkan dapat diekspresikan dalam alunan distorsi, hantaman drum yang enerjik, dentum bass yang bergetar, dan vokal yang terasa mencekik.

 “Rot Beneath the Skin” akan dirilis melalui District Six Records pada tanggal 10 Mei 2026.


Post a Comment

0Comments
Post a Comment (0)