The Silas adalah band alternative pop/rock. Dibentuk pada tahun 2022 di Semarang, Indonesia. The Silas beranggotakan 5 orang: Adham Syamsu (Vokal), Bintang Herlambang (Gitar), Rindu Agung (Gitar), Cikal Gibrani (Bass), dan Venantino Finlay (Drum). Titik awal perjalanan mereka dimulai saat menjadi penampil untuk sebuah acara tahunan mahasiswa Sastra Indonesia di Universitas Diponegoro, kemudian memutuskan untuk melanjutkan perjalanan mereka menjadi sebuah band.
The Silas pada awalnya hanya beranggotakan 4 orang yaitu Adham, Bintang, Cikal, dan Venantino (Biasa dipanggil ngepki) yang merupakan teman satu angkatan di Sastra Indonesia, kemudian bertemu Rindu yang merupakan kakak tingkat mereka yang menjadi pelengkap terakhir formasi The Silas yang saat ini berjumlah 5 orang.
Nama The Silas sendiri pada awalnya merupakan sebuah akronim dari Sisi Lain Sastra namun dalam keberjalanannya arti nama itu dihilangkan agar pendengar memiliki intrepretasi sendiri terkait namanya.
The Silas pada awalnya berkiblat pada genre pop rock atau rock n roll necis (Biasa kami sebut) dengan referensi seperti The Beatles, Koes Ploes, The Changcuters, Masdo, dan Erratic Moody. Namun dalam keberjalanannya, The Silas memutuskan mengubah haluan kiblatnya dengan tujuan menghilangkan tembok yang membatasi imajinasi mereka dalam bermusik, alternative pop/rock dipilih sebagai kiblat baru yang lebih bebas dan liar menurut mereka.
Pada Juli 2025 lalu, The Silas telah merilis single kedua mereka yang berjudul ‘Catatan Suara’, single kedua ini bercerita tentang mereka yang ragu pada diri sendiri dapat menemukan kepercayaan diri melalui sudut pandang orang lain.
Kini, The Silas kembali lagi dengan merilis single ketiga mereka yang berjudul ‘Fase Mengudara’ pada 27 Maret 2026. ‘Fase Mengudara’ menjadi tajuk langkah kaki ketiga The Silas untuk masuk ke kancah musik Indonesia.
‘Fase Mengudara’ menjadi persembahan dari The Silas untuk Kota Semarang, kota yang melahirkan dan menjadi tempat bertumbuh bagi The Silas itu sendiri.Lagu ini mengangkat kisah tentang lika-liku kehidupan anak rantau yang penuh dinamika, mulai dari fase kebersamaan yang hangat hingga perpisahan yang datang seiring perjalanan waktu. Terinspirasi dari pengalaman pribadi para personel The Silas di Kota Semarang, lagu ini merekam bagaimana sebuah kota menjadi ruang pertemuan bagi orang-orang dengan latar belakang dan pemikiran yang berbeda. Dari hubungan yang semula asing, tumbuh kedekatan yang menjelma menjadi pertemanan, bahkan keluarga, melalui perjuangan, tawa, dan kenangan yang dibangun bersama di tanah perantauan. Pada akhirnya, mimpi dan pilihan hidup membawa masing-masing menuju jalannya sendiri. Namun, lagu ini menegaskan bahwa perpisahan bukanlah akhir, melainkan jeda menuju pertemuan kembali yang suatu hari nanti dapat dirayakan bersama.
Tajuk 'Fase Mengudara' sendiri diambil dari diskusi panjang para personil The Silas. Mulanya lagu ini akan diberikan judul ‘Laluan’ yang berarti tempat singgah, namun muncul pendapat kontra dari Bintang yang menganggap Kota Semarang lebih dari sekadar tempat singgah. Akhirnya setelah berdiskusi, muncul satu ide judul lain yaitu ‘Fase Mengudara’ yang diartikan sebagai titik awal atau fase pertama The Silas memulai perjalanannya berkarya di dunia musik.
Dan demikian, semua personil sepakat untuk memberikan nama 'Fase Mengudara' sebagai judul dari single ketiga mereka. ‘Fase Mengudara’ sudah bisa didengarkan di seluruh digital music platform mulai tanggal 27 Maret 2026.


